Rektor ISTA Jakarta Raih Gelar Doktor dengan Predikat Sangat Memuaskan: Mengangkat Feminisme di Balik Motif Mega Mendung ‘"Semiotika Roland Barthes"
By --- Humas --- 22 September 2026 Kembali ke Berita
Berita

​Jakarta, 18 September 2026 – Rektor Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA) Jakarta, Dr. Kusnadi, S.Sn., M.Ikom., M.Ds., resmi meraih gelar Doktor dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Komunikasi di Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta, Jumat (18/9/2026) . Dr. Kusnadi, S.Sn., M.Ikom., M.Ds berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Narasi Feminisme Budaya pada Motif Batik Mega Mendung (Analisis Semiotika Roland Barthes)"

Dalam siding tersebut Dr.Kusnadi, S.Sn., M.Ikom., M.Ds. dinyatakan lulus dengan predikat ‘Sangat Memuaskan’.

​Penelitian ini mengangkat dimensi kebudayaan yang mendalam dan visioner, mengungkapkan fakta penting mengenai peran sentral kaum perempuan Cirebon sebagai pemegang kendali serta penggerak utama dalam pelestarian dan pengembangan motif Batik Mega Mendung.

Dr. Kusnadi,S.Sn., M.Ikom., M.Ds berhasil mempertahankan argumen akademisnya dengan taktis dan komprehensif di hadapan tim promotor Prof. Dr. Umaimah Wahid, M.Si. dan Dr. Ridzki Rinanto Sigit, M.M., serta dewan penguji lainnya.

​            Mengungkap makna di balik batik Mega Mendung ;Awan Berlapis dan Kekuatan Halus Perempuan,

Secara visual, motif Mega Mendung identik dengan pola awan berlapis, garis warna yang ritmis, dan pengulangan bentuk. Namun, melalui pisau analisis Semiotika Roland Barthes, Dr. Kusnadi membedah bahwa elemen-elemen visual tersebut menyimpan narasi feminisme budaya yang kuat.

Dalam kajiannya, penafsiran masyarakat terhadap motif Mega Mendung menghasilkan makna konotatif yang mendalam, yaitu:

  • ​Keteguhan dan Pengendalian Diri
  • Kewibawaan dan Kesinambungan
  • Keteduhan, Kesabaran, dan Keharmonisan

Dr. Kusnadi, S.Sn., M.Ikom., M.Ds menegaskan sebuah pesan penting dalam penelitiannya:

​"Perempuan itu sering kelihatan halus dan lembut, tetapi di balik kelembutan itu terdapat kekuatan besar yang mendorong perubahan. Perempuan Cirebon bukan sekadar pembuat kain, melainkan agen komunikasi budaya yang memegang kendali atas warisan dan identitas bangsa."

Menurut Roland Barthes: Mekanisme Budaya yang Menetralkan Makna

​            Dalam karyanya, Dr. Kusnadi, S.Sn., M.Ikom., M.Ds, menjelaskan bahwa pemaknaan mitos pada motif Mega Mendung bukanlah sekadar "cerita palsu" atau fiktif, melainkan sebuah mekanisme budaya yang menetralkan dan menaturalisasikan makna. Mitos ini mengonstruksi figur perempuan dan perjumpaan budaya (seperti memori narasi Putri Ong Tien Nio dalam perjumpaan Tionghoa-Cirebon) sebagai pendorong kemajuan feminisme budaya dan keberlanjutan tradisi lokal.

​            Penelitian ini juga merekomendasikan pentingnya keberlanjutan peran perempuan pembatik sebagai subjek utama, serta menegaskan prinsip bahwa perempuan adalah refleksi vital dari keberlanjutan kebudayaan.

Keberhasilan sang Rektor meraih strata akademik tertinggi ini disambut dengan rasa bangga oleh seluruh keluarga besar ISTA. Momentum ini menjadi bukti nyata komitmen ISTA Jakarta dalam mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di level kepemimpinan tertinggi demi meningkatkan mutu kurikulum dan riset berdampak.

Oleh Humas ISTA