[JAKARTA] – Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menggelar program pengabdian masyarakat strategis di RPTRA Pandawa, Kelurahan Kedoya Selatan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini (6-7 Januari 2026) difokuskan pada penerapan teknologi tepat guna untuk mitigasi banjir dan konversi limbah organik rumah tangga.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah untuk menciptakan kemandirian warga dalam manajemen lingkungan. Acara dibuka dengan sambutan dari Rektor ISTA, Kusnadi, S.Sn., M.Ds. dan Lurah Kedoya Selatan, Aryan Syafari, S.E., yang mengapresiasi sinergi perguruan tinggi dalam memecahkan masalah urban.
Ketua LPPM ISTA, Apt. In Rahmi F. F., M.Farm., menegaskan bahwa program ini dirancang secara komprehensif, menggabungkan teori dan praktik lapangan agar teknologi yang ditransfer dapat langsung diadopsi oleh masyarakat.
Hari Pertama: Valorisasi Limbah dengan Eco-Enzyme
Pada hari pertama, fokus pelatihan adalah konversi limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi melalui fermentasi Eco-Enzyme. Pemaparan materi teknis disampaikan oleh Dosen ISTA, Chris Wahydi, yang menjelaskan reaksi kimiawi perubahan sampah menjadi cairan multiguna.

Transfer Pengetahuan: Praktisi Eco Enzyme Nusantara, Agus Holid, mendampingi warga melakukan formulasi fermentasi sampah organik.
Sesi praktik dipimpin langsung oleh Agus Holid, praktisi sekaligus anggota komunitas Eco Enzyme Nusantara. Dalam sesi ini, peserta yang terdiri dari unsur Poktan RW 01 s.d RW 05, serta kader PKK, diajarkan formulasi presisi perbandingan 1:3:10 (gula:sampah:air) untuk menghasilkan enzim berkualitas.
“Eco-Enzyme bukan sekadar cairan pembersih, ini adalah bentuk rekayasa biokimia sederhana yang mengubah ‘biaya’ (sampah) menjadi ‘aset’ (pupuk/disinfektan) bagi rumah tangga,” jelas Agus Holid saat mendampingi warga.
Hari Kedua: Rekayasa Infiltrasi Air dengan Biopori
Memasuki hari kedua, materi beralih pada mitigasi genangan air melalui Lubang Resapan Biopori (LRB). Materi disampaikan oleh Ir. Alif Gita Arumsari, M.T., yang menyoroti aspek hidrologi dan fungsi biopori sebagai composter in-situ.

Praktik lapangan kembali dipandu oleh Agus Holid. Peserta diajak melakukan simulasi lengkap, mulai dari teknik pengeboran tanah yang efektif, pemasangan selongsong, hingga manajemen pengisian sampah organik ke dalam lubang biopori. Metode ini diharapkan menjadi solusi sistematis untuk mengurangi limpasan air hujan sekaligus menyuburkan tanah RPTRA.
Dukungan Penuh Pemangku Kepentingan
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan wilayah dan institusi, menunjukkan kuatnya komitmen kedua belah pihak. Dari pihak ISTA, turut hadir Wakil Rektor, Dekan, Kaprodi, serta jajaran dosen.
Sementara dari pihak Kelurahan Kedoya Selatan, hadir tokoh-tokoh kunci penggerak masyarakat, antara lain:
Melalui pelatihan ini, ISTA dan Kelurahan Kedoya Selatan menargetkan terbentuknya sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan, di mana RPTRA Pandawa menjadi model percontohan bagi wilayah lain di Jakarta Barat.
(Humas ISTA)